Rabu, 15 Maret 2017

Dampak negatif kemaksiatan



Dampak negatif kemaksiatan

Di antara bencana yang banyak menimpa kaum muslimin pada zaman sekarang ini adalah merajalelanya kemaksiatan dan dosa, menyebarnya kemungkaran dengan berbagai tingkatannya. Tidak sedikit di antara manusia yang menganggap remeh dan ringan urusan dosa. Padahal kemaksiatan tersebut sangat berbahaya, baik bagi individu maupun masyarakat. Bahayanya sangatlah banyak. Jika kita mau merenungkan bahaya dan dampak buruk dari kemaksiatan tersebut niscaya kita akan berusaha sekuat tenaga untuk menjauhi kemaksiatan itu.
Ibnul Qoyyim berkata, “Kemaksiatan ini memiliki bahaya yang sangat besar bagi hati, sama seperti bahaya racun terhadap tubuh dalam tingkat bahaya yang berbeda-beda, dan tidakkah di dunia ini muncul suatu kejahatan dan penyakit kecuali disebabkan oleh kemaksiatan dan dosa-dosa, Sebab apakah yang mengeluarkan bapak manusia dari surga, tempat kelezatan, kenimatan, kemegahan,  dan kesenangan menuju alam yang penuh penyakit, kesedihan dan musibah?.
Apakah yang mengeluarkan Iblis dari alam langit, diusir dan dilaknat, rahmat berubah menjadi laknat serta keimanan berubah menjadi kekafiran?.  Lalu sebab apakah yang menenggelamkan seluruh penghuni bumi sehingga air melampaui puncak gunung-gunung?. Dan sebab apakah yang menjadikan angin menguasai kaum ‘Ad sehingga mereka bergelimpangan mati di permukaan bumi, sehingga mereka seperti pohon-pohon kurma yang tumbang?. Sebab apakah yang menyebabkan terjadinya siksa yang menyebabkan hati-hati mereka terputus dari tenggorokan-tenggorokan mereka sehingga hati dan tenggorokan mereka berserakan dan mereka tewas?, Sebab apakah yang menyebabkan Fir’aun tenggelam bersama kaumnya, lalu ruh-ruh mereka kembali berpindah ke neraka Jahannam?. Tubuh mereka tenggelam sementara ruh-ruh mereka terbakar, sebab apakah yang mengubur Karun dan rumahnya beserta seluruh hartanya?. Sungguh, semuanya disebabkan oleh kemaksiatan dan dosa-dosa! (al-Jawab al-Kafi)

Satu kemaksiatan menjadi sebab kekalahan para shahabat dalam perang Uhud, yaitu pada saat Nabi shallallohu alaihi wasallam  memerintahkan mereka agar tidak turun dari gunung, namun mereka tidak mentaati perintah beliau akhirnya 70 sahabat terbunuh atau syahid pada perang itu, sebagaimana disebutkan di dalam sirah.
Bahkan terkadang seseorang menganggap enteng kata-kata yang keluar dari mulutnya tanpa berfikir tentangnya, sehingga menjadi sebab dirinya terjerumus ke dalam neraka.
Diriwayatkan dari Abi Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallohu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang tidak jelas baginya, namun dia terperosok karenanya ke dalam jurang neraka, bahkan lebih dalam dari jarak antara Timur danBarat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Satu kemaksiatan telah mengeluarkan Adam dari Surga. Seorang penyair berkata:
“Engkau menambah dosa dengan dosa, lalu dirimu mengharap tingkatan-tingkatan surga dan kemenangan seorang ahli ibadah.
Apakah kau lupakan Robb-mu saat Dia mengeluarkan Adam dari surga menuju dunia hanya disebabkan karena satu dosa.”

Kita sering mendengar banyak orang yang mengeluh akan kerasnya hati, hilangnya keberkahan, godaan setan dan sibuk dengan dunia (sehingga lalai tuntunan agama). Mereka lupa dengan dari firman Allah:
"Dan janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zhalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata-mata mereka terbelalak (hari kiamat)."  (QS Ibrahim: 42)
Berkata Maimun bin Harun tentang ayat ini : "Ini adalah pelipur lara bagi orang yang dizhalimi dan ancaman bagi orang yang zhalim".
Tentang firman Allah Ta'ala, "Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (Q.S Asy-Syuuraa : 30)
Ibrahim bin Adham berkata, "Kita adalah keturunan penduduk surga, akan tetapi Iblis telah mengeluarkan kita dari surga dengan kemaksiatan. Maka sudah selayaknya bagi orang yang berbuat dosa agar tidak tentram dengan kehidupannya sampai ia kembali ke tanah airnya (surga)."
Kalau demikian halnya, maka ini tidak lain kecuali pengaruh buruk dari kemaksiatan. Allah berfirman:
"Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu"    (QS. al-Jatsiyah : 21)
Berkata Ibnul Qayyim, "Dosa-dosa ibarat luka-luka, dan bisa jadi sebuah luka menyebabkan kematian."
Maksiat sangat berpengaruh buruk bagi hati dan badan, di dunia maupun akherat. Diantaranya adalah:
1.    Terhalang dari ilmu yang bermanfaat, karena ilmu adalah cahaya yang Allah berikan pada hati, sedangkan maksiat mematikan hati.
2.    Kesenjangan (keruhnya hubungan) yang dirasakan pelaku maksiat dalam hatinya antara dirinya dengan Allah, sehingga ia tidak mendapati rasa ketenangan sama sekali.
3.    Kesenjangan (keruhnya hubungan) yang ia rasakan antara dirinya dengan manusia, terutama orang-orang yang shalih dan istiqamah.
4.    Urusannya menjadi rumit, apa yang akan ia lakukan seakan tertutup atau sulit baginya.
5.    Kegelapan yang ia dapatkan dalam hatinya. Sehingga hati dan badannya menjadi lemah serta ia diharamkan (tercegah) dari ketaatan.
6.    Kemaksiatan menghilangkan keberkahan umur, sehingga boleh jadi seorang berumur panjang namun sedikit sekali diisi dengan ketaatan dan amal shalih. Na'udzu billah.
7.    Kemaksiatan menimbulkan kemaksiatan yang lainnya, sehingga seseorang merasa sulit untuk meninggalkannya.
8.    Dampak negatif paling rawan yang akan menimpanya adalah kemaksiatan akan melemahkan keinginannya, sehingga maksiat menjadi kuat dan keinginannya untuk bertaubat menjadi lemah.
9.    Membuat hati menganggap kemaksiatan sebagai sesuatu yang biasa bahkan bisa jadi ia merasa bangga dengan kemaksiatan tersebut, maka iapun sulit melepaskan diri darinya.
10.              Maksiat dapat mematikan rasa ghirah (kecemburuan) dalam hati dan menghilangkan rasa malu, padahal ialah yang menjadikan hati menjadi hidup.
11.              Pelaku maksiat akan termasuk ke dalam mereka yang dilaknat oleh  Rasulullah shallallohu alaihi wasallam wal 'iyadzubillah.
12.              Pelaku maksiat terhindar dari doa Rasulullah shallallohu alaihi wasallam dan doa para malaikat mulia yang berdoa bagi orang-orang yang beriman.
13.              Menyebabkan Allah melupakan  hamba tersebut, dan inilah suatu kebinasaan.
14.              Apabila dosa sudah menumpuk, maka hati akan distempel menjadi orang yang lalai. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta'ala:
     "Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya dosa-dosa yang selalu mereka kerjakan itulah yang telah menutupi hati mereka". (QS Al-Muthaffifin : 14)
15.              Termasuk dari hukuman bagi pelaku maksiat, apa yang Allah timpakan berupa rasa takut terhadap makhluk dalam hatinya, karena ketaatan adalah benteng yang kokoh.
16.              Seorang hamba yang terbiasa melakukan maksiat bisa tidak mendapatkan taufik (petunjuk) Alloh dalam saat-saat yang sulit dan berat, terutama ketika sakaratul maut, sehingga ia mengakhiri hidupnya dengan keburukan (su’ul khatimah). Na’udzu billah.
     Demikianlah beberapa keburukan maksiat. Semoga Alloh membantu kita semua untuk menjauhi seluruh kemaksiatan, dan menganugerahkan kepada kita kemanisan iman dan menetapkan bagi semua kita hidayah hingga saat kepergian. Amiin...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar