Jumat, 24 Maret 2017

Bila Penyakiit Was was Datang



Nasihat Ulama untuk Menangkal Waswas Setan
Hati-hatilah anda dari was-was dalam segala sesuatu, yakinlah itu dari setan. Bila anda mendapati suatu was-was dalam jiwa anda, berlindunglah kepada Allah dari setan serta teruskan apa yang sedang anda lakukan. Berketetapan hatilah hingga membuat jengkel setan musuh anda. Hingga pada akhirnya ia tak dapat menguasai anda setelah sebelumnya dapat melakukannya karena sikap lembek anda kepadanya. Kita mohon perlindungan kepada Allah dari kejelekan dan tipu daya setan.”
Seseorang dapat berdoa dengan doa yang Allah mudahkan baginya, seperti mengatakan:
اللَّهُمَّ أَعِذْنِي مِنَ الشَّيْطَانِ، اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ الشَّيْطَانِ، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنَ الشَّيْطَانِ، اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ ،اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ مَكَائِدِ عَدُوِّكَ الشَّيْطَانِ
“Ya Allah, lindungilah aku dari setan. Ya Allah, jagalah aku dari setan. Ya Allah, tolonglah aku utk mengingat-Mu (berdzikir kepada-Mu), utk bersyukur kepada-Mu & membaguskan ibadah kepada-Mu. Ya Allah, jagalah aku dari tipu daya musuh-Mu (yaitu) setan.”
Hendaklah ia memperbanyak dzikir kepada Allah Ta'ala, banyak membaca Al-Qur`an & berta’awwudz kepada Allah ketika mendapatkan was-was, sekalipun ia sedang mengerjakan shalat. Bila gangguan was-was itu mendominasinya dalam shalat, hendaklah ia meludah (meniup dengan sedikit ludah) ke kiri tiga kali dan berta’awwudz dari gangguan setan sebanyak tiga kali.
Ketika seorang sahabat yaitu ’Utsman bin Abil ’Ash Ats-Tsaqafi mengeluh kepada Rasulullah shallallohu alaihi wasallam tentang was-was yang didapatkannya di dalam shalat, beliau shallallohu alaihi wasallam memerintahkannya untuk meludah ke kiri tiga kali dan  berta’awwudz kepada Allah dari gangguan setan dalam keadaan ia mengerjakan shalat. Utsman pun melakukan saran Rasulullah shallallohu alaihi wasallam tersebut kemudian Allah pun menghilangkan gangguan yang didapatinya.
Kesimpulannya, bila seorang mukmin dan mukminah diuji dengan was-was, hendaknya bersungguh-sungguh meminta kesembuhan dan keselamatan kepada Allah dari gangguan tersebut. Ia banyak ber-ta’awwudz kepada Allah Ta'ala dari setan, berupaya menepis perasaan was-was tersebut, tak memedulikan serta menurutinya, baik di dalam maupun di luar shalatnya. Bila berwudhu, ia melakukannya dengan mantap dan tak mengulang-ulangi wudhunya. Bila sedang shalat ia mantap mengerjakannya dan tak mengulang-ulangi shalatnya. Bila bertakbir (takbiratul ihram) ia mengerjakannya dengan mantap dan tak mengulangi takbirnya. Semuanya dalam rangka menyelisihi bisikan musuh Allah Ta'ala serta dalam rangka menyalakan permusuhan terhadapnya.
Demikianlah yang wajib dilakukan seorang mukmin, agar ia menjadi musuh bagi setan, memeranginya, menepisnya, dan tak tunduk kepadanya. Bila setan membisikkan kepada anda bahwa anda belum berwudhu dan belum shalat (dengan tujuan menyusupkan was-was hingga anda mengulang-ulangi wudhu dan shalat karena merasa belum mengerjakannya dengan benar), padahal anda tahu anda telah berwudhu, anda lihat sisa-sisa air pada tangan anda & anda tahu anda telah mengerjakan shalat, maka janganlah menaati musuh Allah l itu. Yakinlah anda telah shalat. Yakinlah anda telah berwudhu sebelumnya. Jangan anda ulang-ulangi wudhu dan shalat anda serta ber-ta’awwudz-lah kepada Allah Ta'ala dari musuh-Nya.
Wajib bagi seorang mukmin untuk kuat dalam melawan musuh Allah Ta'ala (yaitu setan) hingga musuh itu tidak  mampu lagi mengalahkan dan mengganggunya. Karena ketika setan dapat menguasai dan mengalahkan seseorang, ia akan menjadikan orang itu seperti orang gila yang dipermainkannya. Karena itu, wajib bagi setiap mukmin dan mukminah untuk berhati-hati dari musuh Allah, ber-ta’awwudz kepada Allah  dari kejelekan dan tipu dayanya. Hendaklah hamba mukmin itu kuat dalam melawan setan serta bersabar dalam menangkal gangguan tersebut (tidak mudah menyerah), sehingga ia tak menuruti setan untuk mengulangi shalatnya, wudhunya, takbirnya, atau yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar